Endang Wahyu Widiasari

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Taman Bacaan Masyarakat Al-Ghifari

Taman Bacaan Masyarakat Al-Ghifari

Oleh : Endang Wahyu Widiasari

Pengelola TBM Al-Ghifari Cikalongwetan

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pemerintah sedang gencar menggalakan PPK (Penguatan Pendidikan Karakter), PPK adalah program pendidikan, untuk memperkuat karakter melalui harmonisasi olah hati (etika dan spiritual), olah rasa (estetik), olah pikir (literasi dan numerasi) dan olah raga (kinestetik) sesuai dengan falsafah Pancasila. Semua itu ditujukan untuk membangun generasi masa sekarang dan ke depan, agar menjadi generasi yang memiliki pribadi-pribadi yang tangguh sehingga dapat mengangkat derajat bangsa dan negara.

Untuk mengejar ketertinggalan dari bangsa lain dan dapat sejajar dengan bangsa lain tanpa melupakan akar budaya bangsa, maka sudah seharusnya kita menggalakan Penguatan Pendidikan karakter salah satunya dengan membudayakan gerakan literasi, baik literasi baca tulis, literasi numeralisasi, literasi sains, literasi finansial, literasi digital, literasi budaya dan kewargaan. Melalui kegiatan literasi diharapkan menjadikan masyarakat dapat mengakses, memahami dan menggunakan berbagai informasi secara cerdas, dengan demikian diharapkan dapat menumbuhkan budi pekerti peseta didik.

Gerakan literasi yang digalakan oleh pemerintah, tentunya tidak akan pernah berhasil tanpa dukungan keluarga, masyarakat dan juga sekolah. Ketiganya harus bersinergi untuk menggerakan literasi, sehingga tujuan dari kegiatan literasi dapat tercapai, yaitu tumbuhnya karakter positif pada masyarakat dan juga membangun budaya literasi dengan karya nyata.

Untuk menumbuhkan karakter positif pada masyarakat dan juga membangun budaya literasi pemerintah mengeluarkan program pendidikan, baik melaui jalur pendidikan formal maupun non formal, salah satu tindak lanjut dan implementasi program pemerintah dalam mendukung keberhasilan pembangunan dunia pendidikan adalah dengan menyelenggarakan Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Program ini diselenggarakan sebagai upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas masyarakat melalui budaya baca. Sehingga gerakan literasi sampai ke seluruh lapisan masyarakat.

Berdirinya taman bacaan masyarakat diharapkan menjadi mitra pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Taman baca masyarakat ada yang dikelola oleh pemerintah ada juga yang dikelola secara swadaya. Program TBM ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca dan budaya baca masyarakat. Oleh karena itu, keberadaan TBM sangat penting sebagai sarana belajar masyarakat.



TBM merupakan sebuah lembaga yang menyediakan bahan bacaan yang dibutuhkan oleh masyarakat, sebagai tempat penyelenggaraan pembinaan kemampuan membaca dan belajar. Selain itu, TBM juga merupakan tempat yang digunakan untuk mendapatkan informasi bagi masyarakat, khususnya yang bersumber dari bahan pustaka. Bahan pustaka itu sendiri merupakan semua jenis bahan bacaan dalam berbagai bentuk media.

Karena pentingnya keberadaan TBM ini, diperlukan seorang pengelola, dan mereka yang menjadi pengelola adalah yang memiliki dedikasi dan kemampuan teknis dalam mengelola dan melaksanakan layanan kepustakaan kepada masyarakat. Dengan kata lain, seorang pengelola TBM adalah orang yang benar-benar memiliki kesadaran dan tanggung jawab dalam memberikan layanan pustaka.

Tujuan yang ingin dicapai dengan adanya kegiatan TBM ini adalah membangkitkan dan meningkatkan minat baca sehingga tercipta masyarakat yang cerdas, menjadi sebuah wadah kegiatan belajar masyarakat. pengelola TBM harus benar-benar orang yang rela berkorban dan iklas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pengelola TBM dan pustakawan TBM biasanya di sebut sebagai relawan-relawan karena mereka memang tidak dibayar, untuk itulah pengelola TBM harus benar-benar bisa mencari peluang agar TBM yang dikelolanya bisa terus berjalan. Mendirikan TBM harus benar-benar dilandasi oleh kepedulian dan kasih sayang untuk membangun masyarakat sekitar.


membangun masyarakat dengan dilandasi kepedulian dan kasih sayang akan lebih mengakar kuat dalam menumbuhkan budaya baca, bisa jadi selama ini masyarakat kita kurang kreatif salah satunya karena rendahnya budaya baca. Rendahnya kesadaran masyarakat untuk membaca berpengaruh pula terhadap karakter, etika, moral dan juga perekonomian masyarakat. berdasarkan pengamatan penulis ada beberapa hal yang menprihatinkan di lingkungan rumah sekitar penulis diantaranya:

1. Ketika penulis pindah tahun 2001 ke tempat tinggal sekarang ada keprihatinan di masyarakat sekitar akan rendahnya budaya baca, bahkan sebagai pendidik banyak sekali menemukan kasus anak-anak yang sudah mencapai sekolah dasar kelas atas tapi belum bisa membaca, juga ketika itu rawan masyarakat terkena narkoba.

2. Banyak Ibu-Ibu yang menghabiskan waktunya hanya untuk berkumpul kumpul saja tanpa adanya kegiatan yang bermanfaat,

3. Banyaknya anak-anak yang mempunyai karakter negatif (seperti berbicara yang tidak sopan, perilaku yang kurang baik sehingga meresahkan warga)

4. Mulai pudarnya tatanan budaya positif di masyarakat (seperti gotong royong, kebersamaan dll)

5. Kurangnya lahan bermain anak-anak.

6. Banyaknya buku-buku koleksi di rumah, ini menjadi salah satu masalah ketika itu sekaligus juga menjadi jalan untuk mendiirikan taman baca masyarakat.

Melihat kondisi di atas tentu saja penulis sebagai pendidik terkadang merasa gerah dan ingin mencari solusi dari permasalahn yang dihadapi oleh masyarakat sekitar.

Masalah yang ada bukan hanya untuk dijadikan bahan keluh-kesah akan tetapi harus bergerak dengan langkah nyata, berdasarkan masalah-masalah itulah maka penulis berinisiatif untuk membuat Taman Baca sebagai tempat masyarakat untuk mengisi waktu luangnya. Ditunjang dengan banyaknya koleksi buku-buku di rumah dengan tekad ingin berbagi dan juga kepedulian kepada masyarakat sekitar maka penulis mendirikan taman baca secara swadaya, walaupun dengan mendirikan taman baca juga menimbulkan masalah-masalah baru, tapi disitulah tantangan yang harus dicarikan solusinya.

Awal mula membangun Taman Baca ini itung-itung sedekah kepada warga masyarakat. Sebab kalau sedekah dengan uang mungkin akan ada habisnya, akantetapi kalau dengan ilmu insyaalloh akan menambah wawasan dan juga perubahan ke arah yang lebih baik pada masyarakat sekitar.

Kebiasaan meminjamkan koleksi buku-buku kepada tetangga terdekat, lama-kelamaan penulis juga ingin menyimpan koleksi buku yang ada dirumah, selain untuk di pergunakan oleh keluarga sendiri juga bisa dimampatakan oleh tetangga-tetangga sekitar, akhirnya tahun 2016 silam penulis bertekat untuk membuat saung baca, uangnya diperolah dari mengumpulkan tunjangan Hari Raya dan juga Gajih ke 13 yang diberikan oleh suami dan penulis dapat sendiri yang tadinya akan dipergunakan liburan setelah Idhul Fitri, juga sedikit tabungan yang disimpan selama ini.

Walau jujur saja ketika itu penulis sedang menyelesaikan pendidikan S2 di STIKP Pasundan Cimahi. Yang tentu saja banyak memerlukan biaya, namun berkat dukungan suami dan juga anak-anak akhirnya keinginan untuk berlibur ditunda dahulu karena uangnya akan dipergunakan untuk membangun saung baca.

Alhamdulillah pada tahun 2018 memdapatkan hadiah sebagai juara guru inspiratif jabar sebesar Rp.20.000.000. uang itu dipergunakan untuk merenovasi saung baca. Membuat Taman Baca Masyarakat kalaulah diperhitungkan secara ekonomi, tentunya tidak sebanding dengan apa yang dikeluarkan baik itu materi maupun in materi. Namun ketika ingin berbuat baik selalu ada saja kata-kata pedas yang muncul dari orang lain akan keberadaan taman baca yang dirikan ini, padahal dikelola dengan menggunakan biaya sendiri pada mulanya, kalau ada bantuan yang datang itu merupakan di luar rencana.

Tapi dengan tekad ingin berbakti dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat sekitar alhamdulillah taman baca masyarakat yang saya kelola semakin maju dan berkembang. Walaupun semua biaya honor pegawai, perawatan saya keluarkan dari dana pribadi, akan tetapi rasaya ada kepuasan tersendiri ketika melihat anak-anak yang berkunjung dan juga tetangga tetangga sekitar tersenyum bahagia, dalam hati berkata “apa yang bisa kuberikan untuk masyarakat sekitarku”?

Uang mungkin akan habis dalam sekejap, makanan juga sama, akan tetapi berbagi ilmu lewat buku, insyaalloh akan mengubah pola pikir dan menjadikan masyarakat sekitar lebih baik lagi”. Membuka taman baca bagi kami sekeluarga itung-itung sedekah saja untuk masyarakat sekitar, semoga akan menjadi berkah bagi kami sekeluarga dan juga masyarakat semuanya.

Namun alhamdulillah sejalan dengan beriringnya waktu, banyak juga bantuan-bantuan yang datang kepada Taman Baca Masyarakat yang kami kelola, baik dari pihak pemerintah ataupun dari pihak swasta. Itu merupakan rejeki yang sebelumnya tak pernah terpikir.

B. Permasalahan Identifikasi dan rumuskan masalah

Untuk menggerakan literasi di masyarakat ternyata tidak semudah membalikan telapak tangan perlu pengorbanan yang luar biasa untuk mengajak masyarakat gemar membaca, benar-benar kita harus mempunyai daya tarik dan nilai jual agar taman baca masyarakat ini banyak dikunjungi oleh masyarakat. Banyak permasalahan yang dihadapi oleh penulis ketika mengelola taman baca diantaranya :

1. Keprihatinan di masyarakat sekitar akan rendahnya budaya baca dan juga rawan masyarakat terkena narkoba.

2. Banyak Ibu-Ibu yang menghabiskan waktunya hanya untuk berkumpul kumpul saja tanpa adanya kegiatan yang bermanfaat

3. Banyaknya anak-anak yang mempunyai karakter negatif (seperti berbicara yang tidak sopan)

4. Mulai pudarnya tatanan budaya positif di masyarakat (seperti gotong royong, kebersamaan dll).

5. Kurangnya dukungan aparat pemerintah setempat, terhadap keberadaan Taman Baca Masyarakat.

C. Tujuan

Adapun tujuan dari penulisan mendirikan Taman Baca Masyarakat yang dituangkan dalam makalah tentang aktivitas selama mendirikan Taman Baca Masyarakat untuk Penguatan Karakter religius, gotong-royong, peduli lingkungan dan juga Untuk Membangun Budaya literasi Dengan Karya Nyata dan tindakan yang sudah dilakukan, adalah :

1. Dengan adanya Taman Baca Masyarakat diharapkan dapat meningkatkan budaya baca dan mencegah generasi muda terhadap penyalah gunaan narkoba yang selama pengamatan dan juga keluhan warga sekitar daerah kami banyak sekali pemuda yang terkena narkoba.

2. Dengan adanya Taman Baca Masyarakat diharapkan masyarakat sekitar dapat menggunakan waktu luang dengan bermanfaat

3. Dengan adanya Taman Baca Masyarakat diharapkan dapat menanamkan karakter positif pada warga masyarakat, baik orang tua maupun anak-anak.

4. Tumbuhnya budaya baca masyarakat, sehingga menberikan dampak terhadap kualitas kehidupan masyarakat.

5. Dengan adanya Taman Baca Masyarakat dapat meningkatkan masyarakat akan kecintaannya terhadap budaya baca dan juga menulis, sehingga nantinya diharapkan tumbuh juga 6 literasi dasar yang harus dimiliki oleh warga masyarakat.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Konsep Strategi Pengelolaan Taman Baca Masyarakat Al-Ghifari

Selain mengelola taman baca masyarakat saya juga mengajar di SMP Negeri 4 Cikalongwetan, ternyata menggerakan literasi di masyarakat tantangannya lebih besar dibandingkan dengan mengerakan literasi di Sekolah. Menggerakan literasi di masyarakat tantanganya lebih berat, terkadang banyak kata-kata sinis yang didapatkan. Untuk itu diperlukan mental yang kuat dan juga keinginan yang besar untuk memajukan literasi.

Untuk maju dan dipercaya orang lain harus benar-benar punya nilai jual dan juga daya tarik yang kuat. Sebab Taman Baca Masyarakat agar tak kehilangan pengunjung harus benar-benar menarik dan punya nilai jual kepada warga setempat, penataan ruangan juga harus dibuat sedemikian hingga agar menarik pengunjung, selain penataan yang baik juga dibutuhkan keiklasan yang tinggi, sebab Taman Baca Masyarakat yang saya buat didirikan dan didanai pada awal mulanya 100 persen dengan menggunakan dana pribadi. Taman Baca Masyarakat juga harus mempunyai ciri khas yang beragam dan berwarna warni sesuai karakter wilayahnya masing masing. Kepedulian terhadap lingkungan sekitar adalah modal awal dalam membangun Taman Baca masyarakat ini.

Program kerja menjadi sesuatu yang spesial, karena disitulah keunggulan dan kekhasan dari Taman Bacaan Masyarakat. Berbagai contoh kegiatan yang lazim dilakukan antara lain: membaca bersama, menonton film-film motivasi, menulis bersama, membuat gambar-gambar, mewarnai, belajar bersama dengan seorang tokoh, belajar menulis dari para penulis, menceritakan kembali isi buku, belajar dari lingkungan sekitar, berkunjung ke Taman Baca Masyarakat lain, memberikan santunan bagi anak-anak yang tidak mampu, kerjasama dengan pihak luar untuk kelangsungan Taman Baca Masyarakat, serta pernah juga kami melakukan kegiatan rekreasi, buka puasa bersama, pengajian, menbuat kerajinan dan demo memasak.

Taman baca masyarakat yang saya kelola berada di halaman depan rumah rumah, seluas 200 meter persegi, Untuk mengelola Taman Baca masyarakat agar terus bisa berjalan tentunya membutuhkan dana, operasional Taman Baca Masyarakat yang dilakukan selama ini masih swadaya mengandalkan keuangan pribadi, dimana pembayaran honor untuk penjaga Taman Baca Masyarakat dengan menyisihkan keuangan pribadi dari gajih PNS yang saya dapatkan, selain itu juga alat-alat tulis yang diperlukan juga untuk penataan ruangan agar menarik saya keluarkan dari dana pribadi, itung-itung bersdekah saja, menyisihkan sebagian pendapatan yang dimiliki dengan berbagi untuk masyarakat sekitar.

Kalau dipikir secara materi tidaklah ada keuntungan yang saya dapatkan, akan tetapi secara in materi saya mendapatkan kepuasan yang tiada taranya. Bisa berbagi dengan masyarakat sekitar.

Tapi dalam perkembanganya banyak juga yang membantu keberadaan Taman Baca Masyarakat yang saya kelola ini, dintaranya untuk pengadaan buku selain swadaya (koleksi yang kami miliki) juga kami bekerja sama baik dengan lembaga pemerintah, swasta ataupun donatur perseorangan, sekarang buku-buku sudah bertambah dari mula awal beridiri. Alat-alat tulis yang diperlukan seperti spidol kertas warna, bantuan-bantuan untuk anak-anak yang tidak mampu, juga hadiah-hadian untuk anak anak sebagai penarik agar mereka datang ke Taman Baca Masyarakat.

Ditengah waktu yang sempit yang saya miliki karena saya juga harus mengajar di SMPN 4 Cikalongwetan, akan tetapi komunikasi yang intens dengan para penjaga selalu saya upayakan, seperti rapat-rapat internal selalu diupayakan walaupun dilakukan dengan tenaga sisa mengajar di Sekolah. Dari kegiatan rapat-rapat yang dilakukan kami membuat perencanaan program yang akan dilakukan, pengorganisasian kegiatan, Pelaksanaan kegiatan, control pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang dilakukan juga evaluasi dan pengambilan keputusan kedepannya, agar kegiatan yang dilakukan di Taman Baca Masyarakat yang saya kelola semakin baik dan berkembang, sehingga memberikan manfaat positif minimalnya bagi masyarakat sekitar.

Adapun program-program yang sudah dilakukan di taman baca Al-Ghifari adalah :

1. Memfasilitasi tenaga penjaga Taman Baca Masyarakat untuk mengikuti pelatihan keperpustakaan, dengan cara mengikutsertakan mereka pada pelatihan ataupun dengan cara mendatangkan tutor dari Taman Baca Masyarakat lain, untuk pengadministrasian buku-buku kami juga bekerja sama dengan salah seorang pustakawan dari salah satu sekolah yang berada dilingkungan sekitar.

2. Kegiatan membaca dan menimjankan buku setiap hari, awal mulanya Taman Baca Masyarakat tidak meminjamkan buku untuk dibawa pulang, karena keterbatasan sarana dan juga yang menjaganya, kami hanya memperbolehkan untuk dibaca ditempat saja tidak boleh dibawa pulang, akan tetapi sekarang sudah memperbolehkan peminjaman buku untuk dibawa ke rumah. Akan tetapi dengan peminjaman buku kepada masyarakat timbul masalah baru yaitu kurang sadarnya masyarakat untuk mengembalikan buku, untuk itu kami mengeluarkan sanksi jika terjadi keterlambatan pengembalian maka akan di berlakukan sanksi tidak akan di beri lagi pinjaman buku. Selain itu juga jumlah buku yang di pinjamkan dibatasi hanya satu saja setiap kali peminjaman.

3. Lomba-lomba yang berhubungan dengan literasi, lomba-lomba yang pernah dilaksanakan diantara adalah : lomba menulis cerpen, lomba membuat puisi, lomba presentasi buku, lomba menggambar dan mewarnai. Adapun tujuannya adalah mengenalkan dan supaya anak anak mencintai dunia literasi, membangun keberanian untuk tampil di depan umun, juga melatih kemandirinan serta semangat pantang menyerah anak anak, melatih keseimbangan otak kiri dan kanan juga.

4. Pengajian anak-anak dan juga Ibu-Ibu, pengajian anak anak dilakukan setiap minggu sekali, dengan melakukan kegiatan sholat dhuha bersama kemudian diadakan juga siraman rohani dengan mendatangkan pemuda-pemuda karang taruna, materi yang diberikan biasanya yang berhubungan dengan motivasi belajar, cinta lingkungan, bahaya kenalakan remaja dan juga bahaya penyalahgunaan narkoba.

5. Rekreasi, program rekreasi dilakukan untuk menghilangkan kejenuhan anak-anak setelah belajar formal di sekolah, program rekreasi biasanya dilakukan ke tempat-tempat yang dekat di sekitar wilayah Cikalongwetan, misalnya ke kolam renang, selain untuk menghilangkan kejenuhan kegiatan rekreasi juga bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan juga memperkenalkan daerah wisata di lingkungan sekitar. Dalam kegiatan ini juga ditanamkan cinta lingkungan dan juga menjaga sopan santun, serta pengenalan pada budaya dan tempat rekreasi setempat.

6. Pemberian keterampilan (Memasak, membuat kerajinan) bagi Ibu-Ibu sekitar, kegiatan masak bersama bertujuan untuk mempererat warga dilingkungan sekitar, selain itu juga untuk memperkenalkan makanan sehat dan bergizi bagi keluarga, selain memasak bersama juga diadakan kegiatan membuat kerajinan, kerajinan yang sudah dibuat diantaranya pemamfaatan barang-barang bekas disekitar rumah juga membuat tas dari benang sulam.

7. Les bagi anak anak sekitar (Kerjasama dengan pengajar dari sekolah sekitar), kegiatan ini bertujuan untuk membantu anak-anak mengerjakan pekerjaan rumah, dan mengisi waktu dengan belajar.

8. Taman Baca Mayarakat yang saya kelola juga menjadi mitra sekolah untuk memajukan kegiatan literasi, Taman Baca yang saya miliki kebetulan dekat dengan sekolah dasar, setiap istirahat anak-anak banyak yang berkunjung, ada yang membaca, ada yang menulis dan bermain, mereka juga sering meminjam buku-buku untuk di baca di rumah.

9. Pembuatan buku, dengan diadakannya lomba-lomba menulis dapat merangsang anak-anak untuk menulis baik puisi, cerita, ataupun menuangkan isi buku ke dalam cerita, kumpulan karya tulis yang dihasilkan kedepannya akan dijadikan buku yang ber ISBN, diterbitkan oleh penerbit buku dan disebarkan ke seluruh Indonesia. Alhamdulillah muncul juga penulis-penuis muda berbakat.

10. Pemberian bingkisan untuk anak-anak yatim dan tidak mampu serta pemberian hadiah untuk siswa yang sering datang berkunjung dan yang paling banyak membuat karya tulis. Kegiatan ini awalnya hanya menggunakan dana pribadi saja, akan tetapi sekarang untuk pengadaan hadiah dan juga pemberian bingkisan selain mengeluarkan dana pribadi juga ada bantuan-bantuan dari pihak donatur, salah satunya dari perusahaan Ayyanameena, PT. Ameya dan juga donatur perseorangan.

11. Kerjasama dengan pihak swasta, untuk menghidupkan Taman Baca Masyarakat saya bekerjasama dengan pihak luar, yang sudah dikerjakan diantaranya adalah pengadaan buku-buku bacaan, pemberian hadiah, seragam untuk penjaga TBM juga kerjasama dengan masyarakat dan aparat setempat untuk mendukung keberadaan TamanBaca Masyarakat ini.

12. Budi daya ikan lele, selain membaca kami juga belajar membudidayakan ikan lele dan juga memasarkannya. Ini adalah salah satu kegiatan kewiusahaan yang dilakukan oleh kami.

13. Memperkenalkan tanaman apotek hidup pada masyarakat, tanaman apotek hidup sekarang ini sudah mulai punah keberadaannya, ini bisa terlihat dengan sulitnya rempah rempah di pasar, dan anak-anak juga mulai tidak kenal dengan mamfaat rempah-rempah, untuk itu kami berupaya untuk memperkenalkan rempah-rempah kepada masyarakat dengan cara menanam tanaman obat keluarga, dimana kami juga perkenalkan mamfaat dan juga cara pembuatannya.

14. Memperkenalkan makaman tradisional pada anak-anak, tidak dipungkuri anak-anak sekarang lebih menyukai makanan yang instan dan banyak mengandung bahan pengawet dan juga perasa makanan, yang bila dikonsumsi terus menerus akan menyebabkan penyakit di dalam tubuh, untuk itu kami berupaya di setiap momen kegiatan dan juga dihari-hari tertentu menyediakan dan memberikan makanan trasional kepada anak-anak, seperti kulub hui, sampeu, talas, bajigur bandrek, bubur kacang hijau dll.

15. Tantangan membaca dan menulis bagi anak-anak, ada kelompok anak-anak dan ibu-ibu yang mengikuti tantangan membaca, kegiatannya adalah setiap bulan mereka harus mengumpulkan reviu buku dan juga presentasi buku yang sudah dibaca, bagi peserta yang berhasil menyelesaikan tantangan membaca selama 5 bulan akan mendapatkan hadiah.

Semua kegiatan di atas tidak dipungut biaya apapun, untuk pendanaan saya mengeluarkan dana pribadi dan juga ada sumbangan dari pihak swasta, ataupun donatur perseorangan.

B. Implementasi Strategi Pengelolaan

Implementasi pengelolaan Taman Baca Masyarakat dengan membuat program kegiatan, pembuatan struktur organisasi agar mempermudah pelaksanaan program yang sudah di buat, lalu juga pelaksanaan dilapangan dan evaluasi kegiatan di setiap akhir pekan. Kami juga membuat strategi dengan menerapkan satu tema satu karya. Dimana dari setiap kegiatan-kegiatan yang dilakukan dibuat karya tulisnya, dan kedepannya akan berencana karya tulis anak anak itu akan dibuatkan buku.

Untuk melihat ketercapaian program menbuat laporan harian, mingguan dan juga bulanan. Dari laporan kegiatan yang dibuat kita bisa lebih mudah untuk pengambilan keputusan untuk perbaikan pengelolaan Taman Baca Masyarakat kedepannya, juga program-program apa yang akan dilaksanakan kedepannya.

C. Hasil Implementasi Strategi Pengelolaan

Dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan selama mengelola Taman baca masyarakat, ada kebrhasilan yang sudah dicapai, diantaranya adalah:

1. Mulai tertatanya pengelolaan Taman Baca Masyarakat secara pengadministrasian (dengan dilakukan pelatihan mulai ada perbaikan dalam pengelolaan administrasi)

2. Tumbuhnya kesadaran masyarakat akan pentingnya membaca, ini dapat terlihat dari jumlah pengunjung yang terus meningkat dari hari kehari.

3. Tertanamnya karakter positif pada peserta didik (Gotong royong, religius, Nasionalisme), para pengunjung sudah mulai menyadari akan pentingnya membaca, dan mulai terlihat juga perubahan karakter dari masyarakat khususnya anak-anak, misalnya sebelumnya mereka tidak disiplin dalam kebersihan sekarang mulai terlihat kepedualian untuk membereskan kembali tempat baca setelah selesai membaca, bahasa yang digunakan juga sudah mulai terdengar bahasa yang sopan dan santun.

4. Perubahan sikap, tumbuhnya karakter religius, nasionalisme, gotong royong.

5. Silaturahmi warga, keberadaan TBM juga menjadi ajang silaturahmi warga untuk lebih kenal satu sama lain, yang biasanya warga hanya menghabiskan waktu dengan mengobrol hal yang tidak penting, sekarang sudah mulai terdengar mereka menbicarakan isi buku yang dibaca dan juga ingin menerapkan hasil bacaan kedalam kehidupan nyata, misalnya keinginan untuk berwirausaha.

6. Dengan adanya Taman Baca Masyarakat dan sering juga kegiatannya kami sisipkan dengan penyuluhan bahaya narkoba dan juga kenakalan remaja, berangsur-angsur kenalakan remaja di sekitar masyarakat bisa ditekan. Ini juga sesuai dengan tertimoni ketua Rukun Tetangga. Setempat, yang mengatakan bahwa “Dengan adanya Taman Baca Masyarakat dapat mempererat tali silatuhmai, tempat anak-anak belajar dan juga mulai tertanamnya masyarakat cinta buku, ini dapat di lihat dari pengunjung perpustakaan yang semakin hari semakin banyak”. Dapat dilihat dari buku kunjungan ke Taman Baca Masyarakat yang saya kelola, bahkan pengunjungnya juga dari sekolah-sekolah sekitar, tokoh masyarakat dan pernah juga Mrs, Choi dari korea datang berkunjung dan memberikan bantuan-bantuan berupa buku.

D. Dampak Implementasi Strategi Pengelolaan

Dampak keseluruhan dari implementasi kegiatan yang dilakukan adalah; mulai tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk membaca dan juga dari kegiatan membaca ini tumbuh kesadaran masyarakat untuk memperbaiki karakter positif yang sudah mulai pudar, sehingga diharapkan nantinya tumbuh budaya positif di masyarakat. ternamanya juga hidup bersih, kepedulian lingkungan, disiplin, pantang menyerah dan juga religius.

Dengan adanya tamb baca masyarakat dan sering juga kami sisipkan dengan penyuluhan bahaya narkoba dan juga kenakana remaja, berangsur angsur kenalakan remaja di sekitar masyarakat bisa diten. Ini juga sesuap dengan tertimoni ketua RT. Setempat, yang mengatakan bahwa dengan adanya taman baca masyarakat dapat mempererat tali silatuhmai, tempat anak anak belajar dan juga mulai tertanamnya masyarakat cinbta buku, ini dapat di lihat dari pengunjung perpustakaan yang semakin hari semakin banyak. Dapat dilihat dari buku kunjungan ke taman baca masyarakat yang saya kelola, bahkan pengunjungnya juga dari sekolah sekolah sekitar, tokoh masyarakat dan pernah juga Mrs, Choi dari korea datang berkunjung dan memberikan bantuan-bantuan berupa buku.

E. Kendala dan Solusi

Mendirikan Taman Baca Masyarakat walaupun dengan cara swadaya, kalau dipikir-pikir tidaklah merugikan orang lain, akan tetapi ternyata banyak juga kendala yang dihadapai, diantaranya:

1. Kurangnya dukungan pemerintah setempat dan masyarakat sekitar, awal mulanya mendirikan Taman Baca masyarakat banyak cibiran dan juga ada yang merasa tersaingi, akan tetapi dengan pendekatan secara personal kami dapat yakinkan kalau keberadaan Taman Baca Masyarakat ini akan menjadi mitra pemerintah untuk memajukan masyarakat, bahkan keberadaan taman baca juga menjadi mitra pemerintah untuk membantu program-program pemerintah dalam rangka memajukan pendidikan masyarakat dalam wilyah pendidikan non formal. Kami tidak pernah meninta bantuan sedikitpun para aparat pemerintah setempat, dengan dukungan morilpun itu sudah cukup membuat kami bahagia, akan tetapi semakin hari dengan banyaknya kegiatan yang dilaksanakan ini membuat pemerintah setempat dan juga masyarakat sekitar semakin positif terhadap keberadaan taman baca yang kami kelola, memang untuk berbuat baik pasti akan banyak rintangan dan juga halangan yang dihadapi akan tetapi disitulah kebaran, keseriusan dan juga ketangguhan kita diuji, rejeki Alloh maha banyak, Dia maha kaya, ketika sedikit saja kita ingin berbuat baik bantuanya dari berbagai pihak datang berdatangan.

  1. Tidak tersedianya tenaga kerja, ini disiasati dengan melakukan pendekatan kepada tetangga terdekat akhirnya ada 2 orang Ibu-Ibu yang bersedia untuk menjaga walau dengan swadaya saya membayar mereka, tapi mereka tidak pernah mengharapkan imbalan, mereka ikhlas untuk membatu. Selain kedua Ibu-Ibu yang menjaga, juga ada satu orang tenaga tamat SMA. Untuk meningkatkan kompetensi mereka maka saya bekerjasama dengan pustakawan sekolah melakukan pelatihan tenaga pustakawan, dengan terus menerus diberikan motivasi mereka mau belajar dan meluangkan waktu untuk memperdalam masalah administrasi ke perpustakaan. Walaupun dengan pemberian honor yang minim mereka rela berkorban untuk memajukan Taman Baca Masyarakat, yang berdampak pada meningkatnya jumlah pengunjung dan juga kesadaran masyarakat untuk datang ke Taman Baca masyarakat, baik untuk menimjam dan membaca buku, juga hanya sekdar silaturahmi. Dengan adanya ke 3 penjaga Taman Baca ini, berdampak kepada terjaganya kebersihan dan juga buku-buku terwat dengan baik.

Satu dari penjaga pustakawan akan saya kuliahkan ke jurusan PAUD, dengan harapan Dia memahami pendidikan anak usia dini, kedepannya kami juga berencana untuk membuat PAUD

3. Kurangnya dana dan juga buku buku, Untuk mengurangi kendala ketersedian buku selain membeli dari menyisihkan dana pribadi juga mengadakan kerjasama dengan pihak pemerintah, swasta dan juga donatur perorangan, selama ini kami bekerjasama dengan Yayasan Ayyanameena, PT Ameya Living Indrustries, Perseorangan dan juga bekerja sama dengan Taman Baca Masyarakat lain, Alhamdulillah sekarang ketersediaan buku semakin banyak, sehingga membuat anak anak dan warga tidak bosan dengan banyknya buku-buku pilihan.

  1. Kurangnya ketersediaan tempat, Taman Baca Masyarakat didirikan di halaman depan rumah seluas kurang lebih 200 meter, akan tetapi belum semuanya di bangun, kami berencana untuk membangun tanah yang masih kosong agar masyarakat senang belajar dan bermain.
  2. kurangnya dukungan masyarakat sekitar, kurangnya dukungan warga sekitar kami atasi dengan pendekatan personal dan juga program-program yang menjalin warga sekitar, dengan demikian yang tadinya warga sekitar kurang mendukung berubah menjadi balik mendukung dan berterimakasih dengan berdirinya Taman baca Masyarakat tersebut.taman Baca didirikan untuk masyarakat sehingga kehadirannya dapat meningkatkan warga untuk belajar.

F. Faktor-faktor Pendukung

Faktor pendukung yang ada selama ini adalah : adanya dukungan dari aparat pemerintah setempat RT, RW dan juga tokoh masyarakat sekitar, tenaga pustakawan yang walaupun hanya tamat SMP tapi mau belajar sehingga ini memberikan perubahan yang besar ke arah perkembangan Taman Baca Masyarakat, sarana prasarana sedikit demi sedikit dibenahi misalnya penggunaan komputerisasi untuk mempermudah pengelolaan Taman Baca Masyarakat ini., pihak swasta juga sangat apresiasi sekali terhadap keberlangsungan taman baca ini.

G. Rencana Pengembangan

Rencana pengembangan TBM ke depan adalah, kami akan mengembangkan program:

1. Dengan kerjasama dengan tenaga ahli akan mengadakan program peduli sampah, rencananya kami akan memanfaatkan limbah lingkungan sekitar menjadi berkah, dengan cara pembuatan daur ulang sampah.

2. Pengembangan jaringan komputerisasi dan juga internet.

3. Mengembangkan taman baca masyarakat menjadi Taman Baca on line, sehingga semua orang bisa mengakses keberadaan Taman Baca yang kami kelola.

4. Perbaikan dan pengembangan sarana dan prasarana

5. Pengadaan buku

6. Pelatihan kepenulisan bagi anak-anak dan juga orang tua

BAB III.

PENUTUP

A. Kesimpulan

Keberadaan Taman Baca Masyarakat khususnya di Desa Mandalamukti memberikan perubahan karakter ke arah yang lebih baik, yaitu mulai tertanamnya kecintaan terhadap buku, ini dibuktikan dengan pengunjung yang semakin hari semakin bertambah, juga karakter gotong royong mulai tertanam selain itu juga menumbuhkan karakter positif bagi anak-anak.

Sehingga dari kegiatan yang dilakukan setiap hari di TBM dapat menumbuhkan karater positif dan juga menumbuhkan budaya bangsa yang mulai pudar.

B. Rekomendasi

Karena begitu banyaknya mamfaat Taman Baca Masyarakat dalam rangka menumbuhkan budaya literasi masyarakat yang akan berdampak pada perubahan pola pikir masyarakat, maka saya menghimbau untuk terus memberikan dukungan baik sarana prasarana, maupun dukungan moril agar keberadaan Taman Baca Masyarakat tetap bisa eksis melaksanakan program-programnya di masyarakat, sehingga Taman Baca Masyarakat dapat menjadi mitra pemerintah untuk menggerakan literasi masyarakat.

Dengan didasari keinginan untuk mengembangkan literasi, saya yakin akan lahir generasi-generasi literat yang akan membawa perubahan ke arah yang lebih baik.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Subhanalloh, mantap! Salut Neng! Barokalloh!

12 May
Balas

Hatur nuhun Teteh.

12 May
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali