Endang Wahyu Widiasari

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Dengan Model Pembelajaran Make and Match Loyo dan Lemaspun Hilang

Dengan Model Pembelajaran Make and Match Loyo dan Lemaspun Hilang

Model Pembelajaran Make and Match Loyo dan Lemaspun Hilang

Oleh Endang Wahtu Widiasari

Mengajar Di SMPN 4 Cikalongwetan Kabupaten Bandung Barat

Alhamdulillah, bulan Ramadhan tiba, bulan penuh berkah dan magfirahnya. Akan tetapi terkadang suka banyak alasan di bulan Ramadhan ini, lemeslah, ngantuk lah dan banyak alasan lainnya, tapi itu juga wajar karena di bulan ini kita semua umat muslim melakukan ibadah shaum, dimana tubuh tidak menerima asupan makanan dari mulai shubuh sampai magrib, tapi bukan berarti kita harus berleha leha dalam kegiatan sehari-hari.

Untuk mensiasati supaya dalam kegiatan belajar mengajar di dalam kelas tetap aktif tapi tidak terasa melelahkan, dan juga tetap semangat dalam kegiatan pembelajaran, untuk itu saya mencoba model pembelajaran yang mudah untuk dipraktekan. Selain mudah juga murah dan bisa membuat anak-anak aktif bergerak dan berpikir tanpa harus kelelahan, tapi menbangun keceriaan di dalam kelas sehingga ujuan pembelajaran dapat juga tercapai.

Kebetulan di bulan ramadan tahun ini 2019 bertepatan juga dengan kegiatan akhir semester genap. Ketika akhir semester tiba, semua siswa akan menghadapi ujian kenaikan tingkat, di dalam kelas kami sering melakukan kegiatan pembahasan soal-soal untuk persiapan ujian kenaikan tingkat, soal yang diambil bisa dari soal Ujian Kenaikan Kelas tahun lalu atau diambil dari bank soal yang dibuat dari ulangan harian atau bisa juga siswa yang mebuat sendiri.

Supaya anak-anak aktif bergerak untuk menghilangkan rasa ngantuk ketika berpuasa, saya menerapkan model pembelajaran make and match (mencari pasangan), model pembelajaran make and Match adalah sistem pembelajaran yang mengutamakan pemahaman kemampuan sosial terutama kemampuan bekerja sama, kemampuan berinteraksi disamping kemampuan berfikir cepat, melalui permainan mencari pasangan dengan dibantu kartu (Wahab.2007;59).

Sebelumnya saya melakukan persiapan dengan membeli kertas berwarna warni dan dipotong potong menjadi empat persegi panjang ukuran 5 cm X 7 cm. Kemudian kartu itu dibagikan kepada semua siswa, setelah itu siswa berdiskusi dengan teman sebangkunya, dimana yang satu menuliskan pertanyaan dan yang lainnya menuliskan jawaban. Setelah selesai kartu itu dikumpulkan oleh ketua murid dan dibawa kelapangan.

Setelah semua siswa berkumpul dilapangan ketua murid menebarkan kartu itu ke atas untuk kemudian diambil oleh siswa yang lainnya, semua siswa harus mengambil kartu, satu siswa satu kartu. Ramainya anak-anak ketika mengambil kartu yang ditebarkan oleh ketua murid, setelah semua siswa mengambil kartu kemudian kami masuk ke kelas kembali, dengan dibuat dua kelompok, kelompok pertanyaan dan kelompok jawaban yang tadi sudah dibuat.

Dengan secara acak, satu persatu siswa membacakan pertanyaan yang ada ditangannya, dan siswa yang berada didepannya menbacakan apa jawaban dari pertanyaan tersebut, kemudian mereka ke dapan dan mempresentasikan jawaban dan pertanyaan, guru hanya memberikan penekanan-penekanan dari soal-soal latihan yang dibahas.

Begitu selanjutnya, semua siswa membacakan pertanyaan dan jawaban. Membahas soal-soal persiapan persiapan Ujian Kenaikan Kelas terasa lain dari biasanya, anak-anak memjadi lebih aktif, dan semua anak tidak terkecuali melakukan kegiatan itu tanpa harus mengganggu kegiatan ibadah shaum yang sedang dijalani.

Biasanya kalau melakukan pembahasan soal-soal secara konvensional, misalnya saya membacakan soal siswa menjawab, hanya siswa itu-itu saja yang bisa menjawab, bahkan terkadang ada siswa yang manpak ketakutan kalau disuruh menjawab soal, lain ketika menggunakan metode make and macth, dengan menggunakan metode ini dapat menumbuhkan keterampilan berkomunikasi, dan menumbuhkan kepercayaan diri, jadi yang menjawab pertanyaan tidak hanya tertuju pada beberapa orang saja, tapi semua siswa kebagian membahas soal. Dan yang membuat bahagia si pemalupun tampak riang gembira dan berani tampil di depan kelas.

Selain itu juga pembelajaran tidak monoton akan tetapi anak-anak terlihat seperti sedang bermain, tertawa bahagia tetapi tujuan pembelajaran tercapai. Diakhir pemebalajaran saya melakukan post tes dan hasilnya nilai siswa 80 persen diatas KKM seperti yang diharapkan.

Dengan media kertas warna warni saja, murah meriah tapi alhamdulillah semua aktif bergerak semua bahagia, tampa harus mengganggu kegiatan ibadah shaum, yang sedang dilakukan, akan tetapi menurut hemat penulis ketika kita melakukan ibadah shaum bukan berarti aktifitas kita harus terganggu, justru dengan melakukan ibadah sahum harus lebih banyak lagi karya yang dilahirkan.

Setiap model pembelajaran yang digunakan tentunya terdapat kelebihan dan kekurangan, akan tetapi dalam menyiasati kekurangan tentunya bagaimana guru dalam mengelola pengelolaan kelas, jadi kekurangan model pembelajaran ini dapat ditekan seminimal mungkin.

Model pembelajaran kooperatif tipe Make and Match ini mempunyai kelebihan dan kelemahan. Kelebihannya adalah dapat melatih ketelitian, kecermatan, dan ketepatan serta kecepatan dalam menyelesaikan soal. Sedangkan, kelemahannya adalah waktu yang diperlukan relatif lama, kurang konsentrasi, dan dapat menimbulkan kegaduhan bagi kelas yang lain. Untuk itu guru sebagai manajer dalam kegiatan pembelajaran harus benar-benar bisa menguasai dan mengkondisikan kelas sebaik mungkin.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Mantaap pisan eta mah Tos sering dilakukan di kelas namung sesah mendeskripsikan buat share sebaik ini

19 May
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali